Trending

Monday, June 29, 2015

Puasa Agama Buddha Tetap Minum Air, Ini Alasan Ilmiahnya


Puasa Agama Buddha Tetap Minum Air, Ini Alasan Ilmiahnya

BINTANGPUNBERPENDAR – Dibeberapa kepercayaan dan agama di Indonesia, puasa identik dengan menghindari makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu. Namun dalam agama Buddha tidak demikian. Puasa dalam agama Buddha lebih mengedepankan pengendalian batin atau kemoralan, minum air bukanlah hal yang harus dihindari.

Asal usul atau etimologi dari kata puasa dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta yaitu puvasa (baca: puwasa) yang terdiri dari kata “pu” (membersihkan, memurnikan) dan “vasa” (baca: wasa – berdiam, tinggal).

Jadi puasa berarti tinggal untuk memurnikan diri. Merupakan sebuah praktik para petapa atau brahmana yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu dengan tinggal atau berdiam di asrama mereka. Memasuki asrama atau tempat berdiam atau tinggal untuk memurnikan diri disebut dengan upavasatha (baca: upawasatha). Istilah upavasatha tersebut juga dikenal dalam Agama Buddha sebagai uposatha (bahasa Pali) yaitu praktik latihan pelaksanaan moralitas (sila) yang bertujuan untuk membersihkan pikiran yang ternoda.

Dalam puasa Buddhis atau uposatha, umat Buddha melakukan praktik latihan pelaksanaan 8 moralitas (aṭṭha-silā) yang disebut juga uposatha-silā karena dilakukan pada hari uposatha. Waktu pelaksanaannya minimal idealnya 4 kali setiap bulan selama setahun berdasarkan fase bulan (penanggalan bulan) yaitu pada 1). bulan baru, 2). antara bulan baru dengan purnama, 3). purnama, 4). antara purnama dengan bulan baru selanjutnya. Dalam tradisi Buddhis tertentu hingga 10 kali setiap bulan selama setahun.

Dari 8 moralitas yang ada dalam attha-sila, salah satunya berkaitan dengan makan, yaitu menghindari makan pada waktu yang salah. Yang dimaksud waktu yang salah adalah waktu antara dari siang tengah hari hingga esok pagi. Dengan demikian umat Buddha tidak memakan apapun pada rentang waktu tersebut. Namun mereka diperbolehkan untuk minum air sepanjang waktu. Sehingga normalnya, umat Buddha yang mempraktikkan puasa ini tidak akan mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh yang secara medis dapat mengganggu kesehatan fisik maupun batin.

Menurut HH Mitchell, Journal of Biological Chemistry 158, otak dan jantung terdiri dari 73 persen air, dan paru-paru sekitar 83 persen air. Setiap fungsi dalam tubuh tergantung pada air, termasuk kegiatan otak dan sistem saraf. Otak adalah salah satu organ paling penting dalam tubuh fungsinya tergantung pada akses air yang berlimpah.

Air memberikan otak energi elektrik untuk semua fungsi otak, termasuk proses berpikir dan memori. Menurut Dr. Corinne Allen, pendiri Advanced Learning and Development Institute, sel-sel otak membutuhkan dua kali lebih banyak energi daripada sel-sel lain dalam tubuh.

Ketika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang masuk, dehidrasi akan datang dan fungsi otak akan terpengaruh. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun dehidrasi ringan (1-3% dari berat badan) dapat mengganggu banyak aspek dari fungsi otak.

Dalam sebuah penelitian terhadap wanita muda yang kehilangan 1,36% cairan setelah olahraga, terjadi gangguan baik pada suasana perasaan (mood) dan konsentrasi, dan meningkatkan frekuensi sakit kepala.

Penelitian lain yang serupa, kali ini pada pria muda, menunjukkan bahwa kehilangan 1,59% cairan mengganggu kerja memori dan meningkatkan perasaan cemas dan kelelahan.

Banyak penelitian lainnya, mulai dari anak-anak sampai orang tua, telah menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat mengganggu suasana perasaan, kinerja otak dan memori (1, 2, 3, 4, 5, 6).

Berdasarkan penelitian di atas, menghindari minum untuk waktu tertentu dalam jenis puasa tertentu, cenderung beresiko tinggi mengalami dehidrasi jika tidak ditanggulangi dengan tepat, dan akan berdampak pada terganggunya fungsi otak dan kondisi perasaan. Hal ini tentu akhirnya akan berdampak pada terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti mengemudi yang membutuhkan konsentrasi atau fokus.

Dengan tidak menghindari minum air, para praktisi puasa Buddhis atau uposatha memiliki resiko rendah terkena dehidrasi. Mereka dapat mengurangi resiko terganggunya kinerja otak dan suasana perasaan yang berdampak pada aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk pelaksanaan 7 sila lainnya. (Bhagavant)

Tuesday, June 23, 2015

Bangkitnya Sangha Bhikkhuni Theravada Di Indonesia

Bangkitnya Sangha Bhikkhuni Theravada Di Indonesia

Bangkitnya Sangha Bhikkhuni Theravada Di Indonesia

BINTANGPUNBERPENDAR - Setelah sempat terlelap selama lebih dari 1000 tahun di Indonesia, silsilah bhikkhuni mazhab Theravada di Indonesia bangkit kembali melalui upacara Upasampada Bhikkhuni Theravada Pertama di Indonesia yang diadakan pada bulan Waisak 2559 BE/2015, tepatnya pada Minggu (21/6/2015).

Pentahbisan ini merupakan titik terang bagi perempuan-perempuan Buddhis Indonesia yang ingin mendedikasikan hidupnya dengan memilih jalan hidup berselibat untuk mewujudkan potensi pencapaian spiritualnya.

Selain sebagai titik terang, pentahbisan ini bertujuan untuk memperkokoh empat pilar agama Buddha mazhab Theravada di Indonesia, yang terdiri dari: umat pria (upasaka), umat wanita (upasika), Sangha Bhikkhu, dan Sangha Bhikkhuni.

Upasampada bersejarah tersebut diselenggarakan di Wisma Kusalayani, Lembang, Bandung.

“Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bahwa Indonesia menjadi tuan rumah acara pentahbisan internasional yang diikuti oleh pelbagai samaneri (calon bhikkhuni) yang berasal dari luar negeri,” kata Ketua Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia (Perbhiktin) Bhikkhuni Santini.

Ayya Santini, begitu ia lebih akrab disapa, menambahkan, sembilan samaneri yang menjalani pentahbisan, dua diantaranya berasal dari Indonesia dan tujuh lainnya berasal dari luar negeri. Mereka adalah Bhikkhuni Vajiradevi dan Bhikkhuni Sadhika (Indonesia), Bhikkhuni Medha (Srilanka), Bhikkhuni Anula (Jepang), Bhikkhuni Santasukha dan Bhikkhuni Santamana (Vietnam), Bhikkhuni Sukhi dan Bhikkhuni Sumangala (Malaysia), dan Bhikkhuni Jenti (Australia).


Bangkitnya Sangha Bhikkhuni Theravada Di Indonesia


Upacara pentahbisan dipimpin oleh Ven. Bootawatte Saranankara (Malaysia) sebagai upajjaya dan Bhikkhuni Santini sebagai upajjayani, serta sejumlah bhikkhu dan bhikkhuni dari berbagai negara hadir sebagai kammavacacarini, saksi dan undangan. Upacara upasampada tersebut juga mendapat atensi besar dengan hadirnya sekitar 1500 umat sampai-sampai kursi undangan tak muat menampungnya.

Upacara upasampada dimulai setelah makan siang. Kesembilan calon bhikkhuni melakukan pradaksina sebanyak tiga kali mengelilingi stupa yang terletak di sebelah belakang komplek wisma, sementara para umat menabur bunga di lantai yang dilangkahi para calon bhikkhuni. Suasana hening dan syahdu, semua hadirin menjaga keheningan dengan khidmat. Yang terdengar hanya suara lonceng yang dipukul berulang-ulang.

Usai pradaksina, calon bhikkhuni berjalan menuju para bhikkhu dan bhikkhuni yang kemudian membentuk iring-iringan bersama-sama menuju gedung uposathagara. Sebelum dijadikan tempat upasampada, gedung uposathagara terlebih dahulu dibuka secara resmi oleh Ven. Bootawatte Saranankara dan upasampada dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Dasikin, yang dilanjutkan dengan persembahan dana kepada para calon bhikkhuni oleh para pejabat negara dan sponsor.

Upasampada dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pentahbisan oleh Sangha Bhikkhuni yang dipimpin Bhikkhuni Santini, sedangkan tahap kedua pentahbisan oleh Sangha Bhikkhu yang dipimpin Ven. Bootawatte Saranankara.

“Berdasarkan informasi sejarah, Upasampada Bhikkhuni di Indonesia sudah tidak dilaksanakan lagi lebih dari 1000 tahun lampau,” jelas Ketua Panitia Handani Widjaja. “Upasampada Bhikkhuni hari ini akan menjadi momentum bersejarah proses kemajuan dan percepatan penyebaran Ajaran Buddha di bumi Indonesia tercinta.”

“Mulai hari ini, tidak ada lagi keraguan bagi para umat Buddha Indonesia, khususnya perempuan, untuk menjalani hidupnya meninggalkan kehidupan berkeluarga, menjadi seorang Samana/Bhikkhuni,” lanjut Handani.

Bangkitnya Sangha Bhikkhuni Theravada Di Indonesia

Sementara itu Dasikin tidak memungkiri adanya beberapa pihak di dalam agama Buddha yang tidak menyetujui dibangkitkannya kembali Sangha Bhikkhuni setelah sempat punah sejak abad ke-11.

“Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia merupakan wujud dari kesetaraan gender dalam perannya mempertahankan Buddha Dhamma. Buddha sendiri telah meletakkan dasar yang kuat terhadap penghormatan hak-hak perempuan, menempatkan perempuan sebagai individu yang harus dihormati bukan sebagai samana, melainkan sebagai sosok seorang ibu,” jelas Dasikin.

Ayya Santini sebagai bhikkhuni Theravada pertama di Indonesia, sejak ditahbis menjadi bhikkhuni pada 15 April 2000 hingga saat ini, belum bisa diterima sepenuhnya oleh semua kalangan Buddhis. Kehadiran bhikkhuni Theravada di Indonesia dan sejumlah negara memang masih menimbulkan pro dan kontra karena ada yang menganggap silsilahnya sudah terputus.

Ayya Santini tidak mengenal lelah memperjuangkan kesetaraan gender dalam hal spiritual sehingga pernah dianugerahi penghargaan The Outstanding Women in Buddhism Award oleh PBB pada tahun 2007 dalam rangka Hari Wanita Internasional.

Ayya Santini menjelaskan, pentahbisan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi positif kepada kaum wanita Buddhis Indonesia yang memiliki keinginan untuk menjalani hidup sebagai bhikkhuni. Selain itu, hal ini merupakan titik terang atas pengakuan penuh posisi wanita dalam agama Buddha di Indonesia.

“Pada dasarnya agama Buddha tidak membedakan pria dan wanita berdasarkan gender. Buddha sendiri menekankan bahwa dalam sebuah perkawinan, suami dan istri memiliki tanggung jawab yang sama,” kata Ayya Santini. Ayya berharap, melalui pentahbisan ini, kaum wanita Buddhis Indonesia terinpirasi untuk secara aktif mendukung perkembangan agama Buddha di Indonesia. (buddhazine.com)

Saturday, February 28, 2015

Masih Ada


Masih Ada

Ressa Novita

Dunia ini terus berputar
pagi, malam, pagi, malam
pagi lagi, malam lagi
langit yang sama, senja yang sama

Mungkin kau bosan
hingga jenuh kau bermandi terik mentari
muak sudah kau menghitung langit berbintang

Tapi aku tak akan bosan
mengingatkanmu akan mimpi
yang telah lama kau genggam dalam angan
mimpi yang menunggu sang pemimpinya jadikan nyata

Dunia ini terus berputar
pagi akan tetap terang meski terguyur hujan
malam tetap indah meski tanpa bintang
masih ada langit, masih ada senja

Dan jika kau merasa
tak ada lagi harapan untukmu
ingatlah selalu
disini, masih ada aku

Monday, February 23, 2015

Kisah Pastor Katolik Yang Mati Suri Dan Bertemu Tuhan

Kisah Pastor Katolik Yang Mati Suri Dan Bertemu Tuhan


BINTANGPUNBERPENDAR - Kematian bukan hal yang aneh bagi manusia, setiap manusia suatu saat nanti akan mati. Namun, ada sebagian kecil manusia yang mengalami kematian sesaat atau yang dikenal dengan 'mati suri'. Seperti yang dialami seorang Pastor Katolik ini.

Seperti dilansir pada laman indiatoday.intoday.in, seorang Pastor Katolik bernama John Michael O'Neal yang berusia 71 berasal dari Massachussetts telah dinyatakan meninggal dunia selama 48 menit lalu ia sadarkan diri kembali.

Setelah tersadar, ia mengaku telah bertemu tuhan. Pria ini menggambarkan bahwa Tuhan adalah sesosok yang hangat, nyaman, penuh keibuan dan menyenangkan. O'Neal mengatakan bahwa ia bertemu Tuhan di surga.

Sebelumnya, O'Neal mengalami serangan jantung dan masuk rumah sakit mulai 29 Januari 2015. Pria ini dinyatakan telah meninggal dunia secara medis di rumah sakit karena pembuluh darah di otak pecah. Namun, setelah 48 menit kematiannya, ia tersadar dan pulih kembali.

O'Neal menceritakan pengalamannya selama meninggal dunia. Ia mengatakan saat dirinya meninggal, ia bertemu dengan Tuhan. Ia menggambarkan bahwa Tuhan adalah sesosok yang penuh kehangatan, feminim, dan bercahaya. Tuhan diklaim sebagai perempuan olehnya.

Tentu pernyataan Pastor Katolik ini menjadi kontroversi di berbagai kalangan dan masyarakat luas baik masyarakat awam maupun tokoh agama. Pernyataan kontroversi ini juga telah ditentang oleh Uskup Agung Roma, di Boston.

Tidak sedikit petinggi keagamaan yang mendesak keuskupan Agung Roma untuk melakukan konfrensi pers terkait rumor yang terjadi. (vml-rsn)

Saturday, February 21, 2015

Losmen Lampu Merah, Sejarah Pelacuran di Batavia

Losmen Lampu Merah, Sejarah Pelacuran di Batavia


BINTANGPUNBERPENDAR - "Jika Anda tidak bisa mengirimkan perempuan baik-baik yang pernah menikah, mohon kirimkan kami para perempuan muda," tulis Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen dalam surat tertanggal 11 Mei 1620. "Kami berharap hal itu akan menjadi lebih baik ketimbang pengalaman kami berkencan dengan perempuan yang lebih tua."

Coen menyampaikan surat tersebut kepada para direktur VOC. Sebagai seorang pendiri Kota Batavia—koloni Kerajaan Belanda di Timur—Coen mendesak terpenuhinya persyaratan kebutuhan dasar bagi warga kota yang beradab. Dia dengan gemas melarang keras pergundikan, perzinahan, dan pelacuran. Kota yang beradab, demikian hemat Coen, harus dimulai dari warga yang beradab.

Sedikitnya jumlah warga perempuan di Batavia disebabkan VOC memberikan aturan ketat dalam menerima pemukim baru. Namun, selepas Coen, pada periode 1632-1669, maskapai dagang itu menghentikan migrasi perempuan ke Hindia Timur.

Dengan jumlah warga lelaki yang jauh melebihi warga perempuannya, Batavia mengalami krisis sosial yang tak terelakkan: pelacuran yang merajalela. Peraturan Sang Gubernur Jenderal pun kandas dalam penegakan hukumnya.

Hendrik E Niemeijer, sejarawan asal Belanda yang telah mengarungi samudra arsip VOC di Indonesia, mengungkapkan soal pelacuran di Batavia zaman VOC dalam Batavia: een koloniale samenleving in de zeventiende eeuw yang terbit pada 2005. Dua tahun silam, buku tersebut telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia—Batavia: Masyarakat Kolonial Abad XVII.

Adriana Augustijn, perempuan mardijker atau budak yang telah dimerdekakan, tercatat sebagai salah satu pelacur di Batavia yang terjerat kasus hukum. Demikian berkas yang merekam risalah pernyataan Adriana tertanggal 29 Agustus 1689. Kini, berkas lawas itu berada di ruang penyimpanan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Koleksi lembaga tersebut tentang arsip pemerintahan tertinggi selama 1602-1811—kalau direndeng—bisa mencapai sekitar 450 meter!

Orang-orang mardijker memang dikenal urakan di Batavia. Adriana, perempuan berkulit gelap, dilaporkan oleh para tetangganya sebagai perempuan yang bekerja dengan memanfaatkan tubuhnya. Lelaki yang mengencaninya beragam, dari budak hingga orang bebas. Tempat tinggalnya pun berpindah-pindah.

Di Batavia abad ke-17, pilihan menjadi pelacur atau gundik tampaknya lebih menjanjikan bagi para budak perempuan ketimbang harus menjadi budak rumahan yang kerap jadi sasaran sumpah serapah sang nyonya majikan.

Berbeda dengan Adriana yang merupakan pelacur jalanan, Lysbeth Jansz bekerja menjual tubuhnya sebagai pelacur di losmen merah di luar tembok kota. Lysbeth merupakan perempuan asal Rotterdam dan sudah kerap didera hukuman, bahkan pernah dibuang di Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Namun, Batavia tetap menjadi daya tarik baginya untuk kembali.

Losmen-losmen lampu merah itu awalnya di dalam tembok kota, sekitar Kastel Batavia. Setiap saat, serdadu-serdadu VOC dapat berkencan dengan perempuan pilihan mereka, tanpa harus membawa masuk ke dalam barak. Dalam perkembangannya, losmen itu pun tumbuh di luar tembok kota.

Akta risalah pernyataan tertanggal 8 dan 11 September 1682, yang kini tersimpan di ANRI, juga menunjukkan salah satu losmen merah yang sohor di Batavia. Losmen itu menawarkan keliaran yang bertajuk "De Berebijt"—artinya gigitan beruang.

Lokasinya di Jacatraweg, kini Jalan Pangeran Jayakarta, sebelah selatan tembok kota. Dari arsip zaman VOC itu, Niemeijer mengungkapkan bahwa "De Berebijt" merupakan salah satu rumah bordil yang kerap rusuh karena menjadi ajang duel. Sejumlah losmen merah lainnya yang dimiliki mucikari Eropa dan Asia membuka praktik di sekitar Niewpoort, kini sekitar Jalan Pintu Besar Selatan.

Tidak hanya pelacuran, tetapi juga pemerasan seksual telah terjadi di Batavia. Pada 1644, sebanyak lebih dari dua lusin warga Batavia terbukti menjadi germo. Mereka mendandani para budak perempuan mereka bagai noni-noni terhormat dan memaksa para budak itu untuk melacurkan diri.

Kasus pemerasan seksual juga diungkap oleh Leonard Blussé, sejarawan Belanda, dalam Strange Company: Chinese Settlers, Mestizo Women and Dutch in VOC Batavia. Blussé mengisahkan perkara seorang istri yang bersaksi kepada dewan pengadilan pada pertengahan 1625 karena hak-haknya sebagai perempuan justru lenyap setelah menikah. Sang istri mengadukan suaminya yang bejat. Demi imbalan uang, setiap hari sang suami memaksa dia dan budak perempuannya untuk melayani kebutuhan seks para lelaki Belanda.

Mengapa pelacuran sulit dicegah dan justru menjamur di luar tembok Kota Batavia? Salah satu penyebabnya adalah sindikat antara pemilik losmen dan pegawai kehakiman yang korup dengan mengambil keuntungan dari bisnis lendir itu.

Tampaknya keberadaan losmen lampu merah yang disokong penegak hukum bukan hal baru di kawasan yang kelak menjadi megapolitan Jakarta ini. Apakah kita sedang mewarisi keindahan negeri bebas korupsi di kaki pelangi? (Mahandis Yoanata Thamrin/National Geographic Indonesia)

Tuesday, February 10, 2015

Kisah Pilu Wanita Bertubuh Anak Kecil

Kisah Pilu Wanita Bertubuh Anak Kecil


BINTANGPUNBERPENDAR - Zeng Yushan, 20 tahun, mengalami penyakit langka yang membuat tubuhnya berhenti tumbuh di usia 7 tahun. Penyakit yang disebut tumor hipofis, membuat wanita asal Sichuan, China, ini memiliki postur tubuh dan wajah anak-anak yang tampaknya tidak pernah mengalami penuaan.

Kisah hidup Zeng tidak berakhir sampai di situ. Gadis ini berasal dari keluarga miskin dan tidak pernah bersekolah. Ayah dan ibu zeng berpisah dan meninggalkan Zeng untuk tinggal dengan sang ayah. Sayangnya, sang ayah justru memanfaatkan Zeng untuk mengemis, karena orang lain pasti lebih iba pada penampilan anak-anak.

Sejak kecil, Zeng belum pernah mendapat perawatan medis. Hingga pada tahun 2013, ayah Zeng meninggal karena kanker lambung. Seorang wanita bernama Guo Liu (50 tahun) merasa iba dengan Zeng dan bersedia merawatnya. Tanpa pamrih apapun, wanita yang sudah memiliki 2 anak itu menganggap Zeng seperti anak perempuannya sendiri. Saat ditemukan oleh Guo Lui, kondisi Zeng sangat buruk. Kepalanya plontos karena tidak ada rambut yang tumbuh, tubuhnya tampak tak terawat sama sekali.

Setelah merawat Zeng beberapa saat, Guo Liu membawa gadis tersebut ke klinik. Baru diketahui bahwa Zeng memiliki tumor hipofis di dalam kepalanya. Gangguan tersebut sangat langka, sebab terjadi pada 1 dari 1.000 orang. Tumor tersebut menekan hormon pertumbuhan, sehingga pengidapnya tidak akan tumbuh dewasa bahkan tidak mengalami pertumbuhan reporoduksi pada tubuhnya.

Tentu saja Zeng tidak memilih kondisi ini, sebab dia sangat ingin bersekolah walaupun hampir mustahil untuk masuk SD melihat usianya yang sudah 19 tahun. Pada musim semi nanti, Zeng akan dibawa ke rumah sakit Beijing. Guo Liu berharap ada pakar medis yang bisa mengobati Zeng dan membantunya tumbuh seperti yang seharusnya terjadi pada wanita. (vml-rsn)

Monday, February 9, 2015

Wanita Asal Indonesia Dibuang Suaminya Ke Georgia

Wanita Asal Indonesia Dibuang Suaminya Ke Georgia


BINTANGPUNBERPENDAR - Devi Asmadireja, seorang wanita berdarah Indonesia yang tinggal di Jerman, dibuang oleh suaminya yang sudah tidak menginginkannya lagi. Tak tanggung-tanggung, sang suami membuangnya ke sebuah desa di pegunungan Kaukasus di Georgia.

Seperti yang dilansir oleh bbc.com, suami Devi ternyata sangat tega meminta Devi untuk tidak kembali lagi ke rumah karena ia sudah tak cinta lagi. Terlebih lagi sang suami ternyata sudah menikah lagi dan akan mengurus ketiga anak mereka. Devi pun sontak merasa terguncang mendengar kabar tersebut.

Awal cerita, suami Devi memintanya untuk belajar bahasa Chechnya. Ia mengantar Devi dan membuat perjanjian jika sudah mahir Devi baru akan kembali dan mengajarkan bahasa tersebut pada anak-anak mereka. Devi yang keturunan Indonesia dan tinggal di Jerman ini berangkat dengan tiket sekali jalan dan sejumlah uang untuk hidup. Meskipun Devi berat meninggalkan anak-anaknya namun ia menjalani perintah suaminya. Ia berangkat menuju Pankisi yang berada di daerah pedalaman.

Devi sangat asing dan tak mengenal tempat tersebut. Ia belajar dan bertanya pada warga lokal. Beruntung ia tinggal bersama keluarga yang baik di sana. Namun, kehidupannya di pedalaman tak berjalan lancar, Devi sempat dituduh sebagai mata-mata Rusia karena penampilan dan juga tato yang ia miliki. Devi pun diusir dari desa tersebut dan pindah ke pedalaman yang lebih jauh.

Setelah 18 bulan sang suami menelepon dan memberikan kabar yang mengejutkan. Sang suami meminta dia tinggal di sana dan melupakan pernikahan mereka karena dia sudah menikah lagi. Devi sangat terguncang karena ia rela berkorban demi keluarganya namun ia malah dicampakkan.

Devi akhirnya menyendiri di gubuk dan mulai beradaptasi dengan kehidupannya yang baru di alam. Devi pun mulai bangkit dan ia jatuh cinta pada alam dan pegunungan. Kecintaannya ini pun akhirnya mendatangkan rejeki baginya. Ia kini menjadi pemandu wisata lokal bagi wisatawan yang ingin ke Kaukasus. (vml-rsn)

Thursday, February 5, 2015

Kisah Miris Nana Karagianni, Jurnalis Cantik Yang Terkena Anoreksia

Kisah Miris Nana Karagianni, Jurnalis Cantik Yang Terkena Anoreksia


BINTANGPUNBERPENDAR - Nana Karagianni adalah seorang reporter sekaligus jurnalis cantik dengan kulit putih mulus, rambut panjang pirang, dan selalu optimis. Itu gambaran Nana dahulu, sebelum ia menderita Anoreksia, namun kini wujudnya lebih mirip mayat hidup.

Wanita asal Yunani itu, mengalami perubahan yang luar biasa. Namun bukannya menjadi lebih cantik, ia justru hampir tak dikenali lagi karena menjadi kurus kering. Anorexia Nervosa membuatnya kehilangan wajah muda yang ia miliki. Kulitnya juga kusam menghitam dan tubuhnya tinggal kulit berbalut tulang.

Selama ini Nana Karaggiani dikenal sebagai salah satu reporter cantik Yunani yang disukai banyak orang. Namun pada akhirnya dia mengejutkan warga Yunani karena perubahan drastis dan mengerikan yang dialaminya.

Kisah Miris Nana Karagianni, Jurnalis Cantik Yang Terkena Anoreksia

Sebelumnya, Nana Karaggiani memang pernah bekerja sebagai model, sampai akhirnya ia bekerja di televisi sebagai penyiar berita dan reporter. Namun sepertinya penyakit yang tenar di kalangan para model itu juga menghampiri Nana hingga ia kehilangan banyak sekali berat badannya.

Anoreksia adalah salah satu penyakit gangguan makan yang bisa mengganggu sistem penyerapan nutrisi makanan. Mereka yang mengidap penyakit ini, tidak akan mudah mengembalikan berat badannya karena tubuh terbiasa menolak makanan yang masuk. Akibatnya tubuh jadi kurus dan sel-sel di pada tubuh penderita menyusut.

Perubahan inilah yang terjadi pada Nana. Beruntungnya Nana hingga saat ini ditemani oleh suami yang setia, Giannis Kotsopoulos. Namun hingga saat ini, keduanya tidak memberikan keterangan langsung selain lewat Fan Page di Facebook. (vml-rsn)

Wednesday, February 4, 2015

Bunga Cantik Yang Berubah Transparan Saat Hujan

Bunga Cantik Yang Berubah Transparan Saat Hujan


BINTANGPUNBERPENDAR - Semesta ini begitu menakjubkan, meskipun ratusan tahun manusia menjelajahi dan meneliti alam semesta, selalu ada hal-hal baru yang dapat membuat kita merasa takjub. Salah satu yang menakjubkan adalah bunga cantik yang unik ini, Skeleton Flower.

Skeleton Flower mempunyai nama ilmiah Diphylleia Grayi, namun keunikannya membuat ia lebih dikenal dengan nama Skeleton Flower atau bunga kerangka (tulang). Bagaimana tidak, kelopak bunga berwarna putih ini akan berubah menjadi transparan jika terkena air. Kelopaknya akan memperlihatkan garis urat kelopak bunga, seperti kerangka tulang.

Bunga Cantik Yang Berubah Transparan Saat Hujan

Dilansir oleh odditycentral.com, secara ilmiah, bunga ini bernama Diphylleia grayi. Anda harus berkunjung ke China atau Jepang jika ingin melihatnya langsung. Skeleton Flower hanya mekar saat musim semi hingga menjelang musim panas. Biasanya bunga ini tumbuh bergerombol dalam satu pohon. Bunga ini hanya akan tumbuh di udara yang sejuk.

Bunga Cantik Yang Berubah Transparan Saat Hujan

Mungkin bunga ini tampak biasa saja, namun saat terkena air, terutama air hujan, maka kelopak putihnya pelan-pelan kehilangan warna dan menjadi transparan. Hebatnya, saat kelopak sudah kering, warna putihnya akan kembali seperti semula. (vml-rsn)

Monday, February 2, 2015

Selamatkan Kakak Dari Pemerkosa, Anak 8 Tahun Meninggal

Selamatkan Kakak Dari Pemerkosa, Anak 8 Tahun Meninggal


BINTANGPUNBERPENDAR - Apa yang dapat dilakukan oleh bocah berusia 8 tahun untuk menghalau sebuah tindak kejahatan? Bisa tapi kematian menjadi risikonya. Hal inilah yang dialami seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, ia berusaha menyelamatkan kakaknya dari seorang pria yang berusaha memperkosanya namun malah ia yang menjadi korban.

Kesaksian miris itu diungkapkan oleh bibinya. Ia mengatakan bahwa saat itu keponakannya melihat kakak perempuannya yang masih 12 tahun diserang dan nyaris diperkosa oleh seorang pria di dekat jalur kereta api. Awalnya kakak beradik ini sedang bermain di sana sampai si kakak perempuan ini jatuh dalam tangan pria yang tak dikenal itu.

Melihat kakaknya dalam bahaya, adiknya yang masih kecil ini segera menyerang dan menghalangi pemuda yang hendak merenggut kesucian gadis itu. Sayangnya, demi melakukan hal itu, ia harus menerima pukulan bertubi-tubi hingga akhirnya meninggal.

Menyadari bahwa ia telah membunuh seseorang, pelaku kemudian kabur. ia masih dalam pencarian hingga kini. Polisi menyatakan bahwa pemuda ini berkulit hitam dan belum banyak menjelaskan tentang kematian tragis bocah itu.

Hal ini karena korban masih sangat terguncang dan ketakutan dengan intimidasi yang dilakukan oleh pelaku. Sehingga keterangan yang diberikan korban masih simpang siur.

Kejadian memilukan ini mengundang banyak warga dan pihak yang berkepentingan dalam kejadian itu sama-sama melayangkan doa, selagi mereka menunggu kasus ini diselesaikan. Anak kecil ini telah menyelamatkan dan melindungi kakaknya dengan sangat berani, namun kepergiannya juga menjadi pukulan berat bagi kakak dan keluarga besarnya. (vml-rsn)

About

Popular Posts

Designed By Blogger Templates